Pembelian lahan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Banten dengan luas lahan 5000 M seharga Rp. 4 Milyar hingga saat ini di kalangan aktivis masih diselimuti misteri.
Menurut beberapa rekan aktivis, nilai pembelian lahan tersebut yang direalisasikan oleh BPAD masih sangat mahal. “Bila pembelian direalisasikan seharga Rp. 890.000,-/permeter, pada lokasi tersebut, kami anggap masih mahal,”ujar Edi Gunawan, Sekretaris LSM SIBAK (Sentra Informasi Birokrasi dan Kebijakan).
Lebih jelas dikatakan Edi Gunawan, berdasarkan klarifikasi yang dilakukan tim kepada beberapa nara sumber di lapangan, dikatakan bahwa pembelian lahan yang dilaksanakan BPAD di lokasi tersebut, hanya senilai Rp. 300,000,- per meter,”ujarnya singkat.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur INDECS (Institute National Democrasi Of Law Studies), Amin Laden, S.Sos, pada prinsipnya Kepala Kantor BPAD Banten tidak memenuhi unsur keterbukaan kepada publik, hal ini dapat terlihat ketika rekan-rekan aktivis ingin menemuinya untuk melakukan klarifikasi atas pengadaan lahan yang diperuntukan untuk Kantor BPAD tersebut, Kepala Kantor selalu menghindar melalui protap pengamanan yang dilakukan pihak sekuriti kantor tersebut.
Hal yang sama dikatakan, baik oleh Amin Laden maupun Edi Gunawan, pengadaan lahan Kantor BPAD yang berlokasi di depan terminal Pakupatan, perlu diklarifikasi, karena dalam rangka pelaksanaan pembebasan lahan itu, ada indikasi tidak adanya tim yang dibentuk.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Kantor BPAD, Dra. Hj. Sudiyati, tidak bisa ditemuinya dengan berbagai alasan kesibukan. (kml)
Lahan Kantor Perpusda Banten 5000m = Rp. 4 Milyar?
Mengupas 2 Sisi Berbeda, 26 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Comments :
Posting Komentar